mapel: perbandingan agama. kategori : agama buddha. kata kunci : teknologi zaman buddha dan manfaatnya. Pembahasan : teknologi yang diambil dari zaman buddha adalah teknologi dalam pembuatan candi yang termuat dalam kitab silpasastra. teknologi pembuatan candi yang termuat dalam kitab silpasastra mengatakan bahwa teknologi pembuatan candi di
Jenisdan manfaat teknologi dari zaman 400 tahun setelah buddha wafat,tahun 1945,199-,2000 dan 2013 masehi - 7303348 kanamari kanamari 11.09.2016 Sejarah Sekolah Menengah Atas Teknologi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Setelah Budha Gautama Wafat, para ilmuan barat mulai menginovasi dan mewujudkan ide - ide mereka terhadap
ASTALOGCOM - Artikel kali ini akan membahas mengenai aspek-aspek kehidupan masyarakat pada masa hindu budha di Indonesia. Sebelum masuknya kebudayaan Hindu-Buddha, masyarakat telah memiliki kebudayaan yang cukup maju. Unsur-unsur kebudayaan asli Indonesia telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bangsa Indonesia yang sebelumnya memiliki kebudayaan asli tidak begitu
PerkembanganTeknologi di Indonesia Beserta Dampaknya. Jan 08, 2021 . Kemudian ketika masuk era kerajaan Hindu-Buddha, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi kembali terjadi berkat pengaruh kebudayaan dari India. Memasuki era modern, masyarakat Indonesia banyak melakukan adopsi teknologi dari luar negeri.
e617Ek3. 127 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan atau dapat pula diterjemahkan sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Dalam memasuki era industrialisasi, pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi karena teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri. Sebagian beranggapan teknologi adalah barang atau sesuatu yang baru, namun teknologi itu telah berumur sangat panjang dan merupakan suatu gejala kontemporer. Setiap zaman memiliki teknologinya sendiri. Tugas Individu No. Zaman Jenis Teknologi Manfaat Teknologi 1 Zaman Kehidupan Buddha 2 Zaman 400 tahun setelah Buddha Wafat 3 Zaman Tahun 800-an M 4 Zaman Tahun 1400-an M 5 Zaman Tahun 1900-an M 6 Zaman Tahun 1945-an M 7 Zaman Tahun 1990-an M 8 Zaman Tahun 2000-an M 9 Zaman Tahun 2005-an M 10 Zaman Tahun 2013-an M 128 Kelas X SMASMK A. Kemajuan Teknologi Sumber Gambar Petani tradisional Sumber Gambar Petani modern Dalam bentuk yang paling sederhana, kemajuan teknologi dihasilkan dari pengembangan cara-cara lama atau penemuan metode baru dalam menyelesaikan tugas-tugas tradisional seperti bercocok tanam, transportasi, membuat baju, atau membangun rumah. Ada tiga klasiikasi dasar dari kemajuan teknologi. 1. Kemajuan teknologi yang bersifat netral bahasa Inggris neutral technological progress. Terjadi bila tingkat pengeluaran output lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor-faktor pemasukan input yang sama. 129 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti 2. Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja bahasa Inggris labor- saving technological progress Ke- majuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan. 3. Kemajuan teknologi yang hemat modal bahasa Inggris capital-saving technological progress. Fenomena yang relatif langka. Hal ini terutama disebabkan karena hampir semua riset teknologi dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara- negara maju, yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya. Tugas Kelompok Penemuan metode baru yang digunakan dalam kegiatan berikut No. Kegiatan Metode Baru Hasil yang Dicapai 1 Bercocok tanam 2 Transportasi 3 Membuat baju 4 Membangun rumah 5 Menumbuk padi Sumber Gambar Pabrik modern
JawabanTidak ada catatan tentang jenis teknologi yang digunakan pada zaman hidup Buddha lebih dari 2500 tahun yang lalu. Namun, teknologi pada masa itu terbatas pada alat-alat tradisional seperti tukul, pisau, dll. dan alat-alat pertanian seperti alat panen dan alat pertanian dari teknologi terbatas pada masa itu meliputiMempermudah pekerjaan pertanian sehingga mempercepat produksi makananMempermudah dalam membuat peralatan dan barang-barang rumah tanggaMembantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Perkembangan teknologi di zaman modern seperti sekarang ini sepertinya sudah bukan menjadi hal yang aneh dan istimewa lagi. Begitu banyaknya inovasi yang diciptakan seiring perkembangan teknologi yang terjadi saat ini, membuat kebanyakan orang mengira bahwa teknologi baru hadir sekarang-sekarang ini saja. Padahal, faktanya beberapa teknologi yang kamu dapat nikmati sekarang ini sudah ada sejak zaman dahulu lho, geng. Meskipun tentu saja teknologi yang ada pada zaman dahulu masih sederhana dan belum sesempurna seperti sekarang. Lalu, apa saja teknologi canggih asli Indonesia yang sudah ada sejak zaman purbakala? Berikut penjelasan selengkapnya, geng. 7 Teknologi Canggih Purbakala Asli Indonesia Tidak kalah dengan negara-negara lainnya, Indonesia juga ternyata sudah mempunyai teknologi canggih sejak zaman purbakala lho, geng. Saat itu, para nenek moyang kita menemukan banyak penemuan teknologi yang terbilang canggih pada masanya lho, geng. Penasaran apa saja jenis teknologi canggih tersebut? Yuk, disimak artikel Jaka mengenai 7 teknologi canggih purbakala asli Indonesia berikut ini. 1. Si Gale-Gale Teknologi Robot Tradisional Nusantara Banyak dari kalian yang nggak mengetahui bahwa sebenarnya di Indonesia sendiri inovasi robot sudah ada sejak zaman purbakala dulu lho, geng. Robot tradisional yang menyerupai boneka ini diberi nama si gale-gale. Sejak zaman dahulu, si gale-gale digunakan oleh masyarakat Toba di Sumatra Utara sebagai salah satu bentuk pertunjukan kesenian tradisional. Teknologi robot tradisional yang memiliki tinggi hampir satu setengah meter ini digerakkan dengan menggunakan sistem tali yang menyambung. Tali tersebut nantinya dapat ditaraik ulur sehingga si gale-gale dapat membungkuk, menggerakkan kepala, bahkan menggerakkan kedua tangannya layaknya seorang manusia yang sedang menari. Tidak hanya itu saja, robot tradisional ini juga dipakaiakan sebuah kostum tradisional adat batak. Penemuan ini membuktikan bahwa nenek moyang kita pada zaman dahulu sudah mampu menciptakan boneka mekanikal atau robot meskipun masih dalam bentuk yang sangat sederhana, geng. Si gale-gale pertama kali dibuat pada tahun 1930. 2. Karinding Teknologi Pengusir Hama dengan Gelombang Suara Teknologi canggih purbakala asli Indonesia selanjutnya yaitu karinding. Alat ini diperkirakan telah ada sejak 6 abad yang lalu. Tidak hanya digunakan sebagai alat musik tiup khas sunda, penemuan teknologi ini juga bisa difungsikan sebagai alat pengusir hama lho, geng. Karinding dibuat menggunakan bahan dasar pelepah kawung atau bambu berukuran 20 x 1 cm yang dipotong menjadi tiga bagian. Ketika ditiup, teknologi pengusir hama ini mampu menghasilkan frekuensi gelombang suara low decibel yang bisa menyakitkan hama sehingga akan pergi menjauhi pusat suara tersebut. Kalau kamu berpikir proses pembuatannya sangat mudah, rupanya untuk membuat teknologi canggih yang satu ini dibutuhkan kemampuan perhitungan yang penuh ketelitian lho, geng. 3. Rumah Gadang Arsitektur Rumah Aman Gempa Pada bidang arsitektur, ternyata nenek moyang kita juga sudah berhasil menciptakan teknologi canggih rumah tahan gempa lho, geng. Hal itu dibuktikan lewat konstruksi rumah Gadang khas orang Minang di Sumatera Barat yang dirancang untuk bisa tahan dari guncangan gempa bumi bahkan hingga berkekuatan 8 skala ritcher, geng. Tidak seperti rumah pada umumnya, rumah Gadang nggak menggunakan paku sebagai pengikatnya melainkan menggunakan pasak. Selain itu, bangunan rumah ini juga nggak dibangun langsung menyentuh tanah tapi menggunakan tapak tiang yang dialasi dengan batu sandi. Inovasi ini membuat rumah Gadang bersifat lentur dan tetap stabil meskipun menerima guncangan gempa bumi yang cukup kuat. Hebatnya, menurut ahli konstruksi dari Lembaga Penanggulangan Bencana Alam, konstruksi rumah Gadang ini jauh lebih maju setidaknya 3000 tahun dibanding konstruksi bangunan pada zamannya tersebut. Rumah Gadang pertama kali dibangun pada abad ke-2 masehi lho, geng. Keren banget, kan, nenek moyang kita, geng? Teknologi Canggih Purbakala Lainnya... 4. Tempe Pemanfaatan Bioteknologi untuk Makanan Siapa di antara kamu yang suka makan tempe, geng? Ternyata pemanfaatan bioteknologi pada proses pembuatan tempe juga termasuk ke dalam daftar teknologi canggih purbakala asli Indonesia lho, geng. Dalam proses pembuatannya, nenek moyang kita rupanya telah menggunakan Rhizopus untuk membuat tempe dari kedelai. Menariknya, meskipun banyak negara lain yang juga mengolah kedelai dengan menggunakan ragi, tapi penggunaan mikroba atau mikroorganisme pada tingkat sel ini awlnya hanya dilakukan di Indonesia saja lho, geng. Tidak dikeethaui secara jelas kapan pertama kali tempe dibuat, namun makanan tradisonal ini sudah dikenal sejak berabad-abad lalu. Bahkan, di manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16, kata "tempe" telah ditemukan. 5. Keris Teknologi Penempaan Logam Siapa, sih, yang tidak mengenal senjata asal Jawa ini? Bentuk keris bisa dibilang memiliki teknologi penempaan besi yang luar biasa untuk ukuran masyarakat zaman dahulu. Buat kamu yang belum tahu, keris dibuat melalui proses penempaan, bukan dicor, geng. Penempaan yang disertai dengan pelipatan sendiri dilakukan dengan tujuan untuk mencari kemurnian dari besi yang digunakan. Meskipun proses pembuatannya yang terbilang sulit dan memakan waktu lama karena bermula dari besi yang dilipat-lipat bahkan hingga ribuan kali, tapi hal ini sebanding dengan hasilnya yang unik dan menarik. Penyebutan istilah keris sendiri telah tercantum pada prasasti abad ke-9 Masehi, namun asal usulnya masih belum sepenuhnya terjelaskan. 6. Benteng Keraton Buton Arsitektur Bangunan untuk Pertahanan kehebatan ahli bangunan nenek moyang kita dalam membuat teknologi bangunan untuk pertahanan dibuktikan lewat arsitektur bangunan Benteng Keraton Buton yang terletak di Sulawesi Tenggara. Benteng yang merupakan bekas ibukota Kesultanan Buton ini dibangun di atas bukit seluas kurang lebih hektar lho, geng. Sebagai bangunan untuk pertahanan, benteng ini memiliki sebanyak 12 pintu gerbang dan 16 pos jaga atau kubu pertahanan. Benteng ini menjadi tempat pertahanan yang terbaik pada zamannya karena lokasinya yang terletak di puncak bukit yang cukup tinggi dan terjal. Benteng Keraton Buton pertama kali dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton III bernama La Sangaji. 7. Candi Borobudur Kecanggihan Teknologi dan Arsitektur Kamu pasti tahu bangunan penuh sejarah candi Borobudur dong, geng? Candi Borobudur merupakan bangunan candi yang diperkirakan dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Tidak hanya menjadi tempat wisata, candi Borobudur juga menjadi salah satu contoh nyata kecanggihan teknologi dan arsitektur Indonesia pada zaman dahulu, geng. Sulit dibayangkan bagaimana nenek moyang kita bisa membangun candi Borobudur dengan begitu megah dan kokoh hanya dengan bahan baku batu. Bahkan, dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini, belum tentu kita bisa membangun sebuah candi yang menyerupai Borobudur. Akhir Kata Itulah beberapa teknologi canggih asli Indonesia yang ternyata sudah ada sejak zaman purbakala, geng. Keren banget, kan, nenek moyang kita zaman dahulu? Baca juga artikel seputar Out of Tech menarik lainnya dari Shelda Audita. ARTIKEL TERKAIT 15 Film Islam Indonesia Terbaik Sepanjang Masa, Menyentuh! Lama Tak Terlihat, 6 Bos Perusahaan Teknologi Ini Ternyata Sudah Meninggal! Kegiatan Paling Asik di HP Saat Ngabuburit, Puasa Jadi Lancar! 5 Adegan Gagal Unboxing HP Paling Gagal, Bikin Ngakak!
A. Pendahuluan Apakah ajaran Buddha sesuai dalam dunia modern ini? Kesesuaian ajaran Buddha dalam kehidupan modern dibandingkan dengan kesesuaiannya pada kehidupan secara umum cukup menarik. Apakah ada hal yang istimewa tentang kehidupan modern ini? Tentu saja sekarang ada telepon seluler dan teknologi lainnya. Ajaran Buddha memiliki sesuatu untuk ditawarkan dan sesuai di semua zaman, bukan hanya zaman kita ini saja. Ajaran Buddha telah membimbing umat manusia lebih dari dua puluh lima abad yang lalu. Ajaran Buddha membebaskan manusia dari segala perbudakan dan praktik takhayul. Oleh sebab itu, agama Buddha dianggap sebagai agama yang ilmiah. Agama yang mampu mengikuti perkembangan zaman dan arus modernitas. Sang Buddha telah menunjukkan cara terbaik untuk memanfaatkan kekuatan pikiran dan akal budi untuk menemukan kebahagiaan abadi. Beliau telah membuktikan kepada dunia melalui pengalaman-Nya sendiri dan bukan melalui teori-teori, kepercayaan belaka, maupun praktik-praktik tradisional. Ajaran-Nya adalah suatu kebenaran universal sehingga siapa saja dapat menjalankannya tanpa menyandang merek agama tertentu. Dari sudut pandang ajaran Buddha, kebenaran tidak memiliki batasan. Kebenaran bukanlah milik suatu agama atau individu tertentu. Sang Buddha membabarkan kebenaran bukan karena ia yang menciptakan. Beliau semata-mata hanya menemukan dan melihat dengan jelas kebenaran tersebut. Kebenaran ajaran Buddha selaras dengan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi. Keduanya memiliki tujuan untuk melihat kebenaran dan fakta sebagaimana mestinya. Banyak aspek dalam ajaran Buddha yang masih eksis di zaman modern. Bahkan tidak hanya di zaman modern seperti ini saja, ajaran Buddha sesuai dengan kehidupan manusia dari zaman ke zaman. Prinsip-prinsip ajaran Buddha juga tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Hanya saja, pada zaman dahulu sang Buddha mengatakan dengan bahasa dan istilah yang berbeda. Sang Buddha menjelaskan sesuatu dengan perumpamaan-perumpamaan sebagai perbandingan. B. Pembahasan 1. Sikap Buddhisme terhadap Pengetahuan Pentingnya ilmu pengetahuan ditekankan pada agama Buddha. Terdapat beberapa sutta yang mendukung tentang ilmu pengetahuan. Memiliki pengetahuan luas dan keterampuilan adalah berkah utama Mańgala Sutta. Dalam Natha Sutta, Dasakanipata, Anguttara Nikaya; Buddha menyatakan bahwa dengan memiliki pengetahuan luas, seseorang berarti telah membuat pelindung bagi dirinya sehingga dapat terhindar dari kehidupan yang penuh penderitaan. Apabila seseorang memiliki pengetahuan yang luas maka kebijaksanaan pun tercapai. Dan ketika seseorang mengembangkan kebijaksanaanya berarti ia telah menjadi pelindung bagi dirinya sendiri. Dengan begitu ia akan menghindari perbuatan buruk yang dapat merugikan diri sendiri. Sehingga dalam dirinya akan memiliki tekad untuk selalu mengembangkan pengetahuan. Sekecil apapun pengetahuan akan bermanfaat kelak kemudian hari. Khuddaka-Nikaya 817 semua ilmu pengetahuan, baik yang kelas tinggi, sedang, ataupun rendah, patut dipelajari, diketahui dan dipahami maknanya, walaupun tidak seluruhnya perlu diterapkan seketika, karena suatu hari kelak bila tiba saatnya, pengetahuan itu mungkin membawa manfaat. Namun pengetahuan dan moralitas patut dijaga keseimbangannya Terlihat jelas bahwa dari zaman Buddha masih hidup, ilmu pengetahuan dari berbagai tingkatan patut dipelajari. Baik yang kelas rendah sampai tinggi hendaknya diketahui maknanya. Semua pengetahuan memiliki manfaat, walaupun tidak dapat diterapkan secara sekaligus. Ajaran Buddha sangat terbuka dengan ilmu pengetahuan. Sang Buddha selalu mengajarkan ehipassiko, atau dalam sains disebut dengan observasi. Dalam Kalama-sutta, Buddha memberi nasihat kepada warga suku Kalama Janganlah percaya begitu saja berita yang disampaikan kepadamu, atau oleh karena sesuatu yang sudah merupakan tradisi, atau sesuatu yang didesas-desuskan. Janganlah percaya begitu saja apa yang tertulis dalam kitab-kitab suci, juga apa yang dikatakan sesuai dengan logika atau kesimpulan belaka, juga apa yang katanya telah direnungkan dengan saksama, juga apa yang kelihatannya cocok dengan pandanganmu atau karena ingin menghormati seorang petapa yang menjadi gurumu… tetapi terimalah kalau engkau sudah membuktikannya sendiri. Sikap pemikiran demikian disebut “Ehipassiko” yang berarti “datang dan lihatlah”. Sang Buddha selalu menekankan konsep ehipassiko kepada murid-muridnya. Datang, lihat dan buktikan. Jangan percaya begitu saja dengan apa yang di dengar ataupun yang ditulis pada kitab suci. Isi dari kitab suci tersebut belum tentu suatu kebenaran. Jangan lakukan tradisi turun temurun walaupun cocok dengan pandangan kita tanpa tahu makna sebenarnya. Sebagai seorang yang bijaksana sebaiknya teliti lagi dengan cara ehipassiko. Dengan demikian, akan terhindar dari pandangan salah. Buddha juga mengajarkan hal yang sama kepada Upali, seorang penganut kepercayaan lain yang ingin berpindah menjadi pengikut Buddha. Upali-sutta, sutta ke-56 dari MN, Buddha mengatakan, “telitilah dahulu secara sempurna, wahai Upali, karena adalah baik bagi orang terkemuka seperti Anda, untuk meneliti telebih dahulu secara sempurna”. Buddha tidak langsung menerima Upali begitu saja, melainkan menganjurkannya untuk melakukan penelitian observasi terlebih dahulu secara saksama. Dengan kata lain, Buddha menganjurkan kita untuk bersikap kritis terhadap sesuatu yang baru dan belum teruji. Sikap kritis tersebut membuat kita lebih berhati-hati untuk mengambil kesimpulan dan mendorong kita menganalisis lebih mendalam terhadap hal-hal yang baru. Sejarah sains mencatat bahwa banyak penemuan besar dihasilkan dari sikap kritis semacam itu. Apa yang sudah menjadi pendapat umum sekalipun belum tentu mewakili kebanaran mutlak atau dengan kata lain bukan sesuatu yang harus dipercayai begitu saja. 2. Akibat dari Sikap terhadap Ilmu Pengetahuan Semangat Ehipassiko seperti yang tercermin dalam Kalama-sutta menyebabkan Buddhis lebih terbuka terhadap perkembangan baru di dunia sains. Seandainya suatu penemuan baru sains terbukti bertentangan dengan doktrin Buddhis tertentu, maka Buddhis lebih siap mengadopsi penemuan sains dan tidak menanggapinya dengan sikap antagonis. Ini tercermin dari perjalanan sejarah agama Buddha yang tidak pernah mengalami konflik dengan dunia sains. Albert Einstein 1879 – 1955 “Agama masa depan adalah agama kosmik. Melampaui Tuhan sebagai pribadi serta menghindari dogma dan teologi. Mencakup baik alamiah maupun spiritual, agama tersebut seharusnya didasarkan pada rasa keagamaan yang timbul dari pengalaman akan segala sesuatu yang alamiah dan spiritual, berupa kesatuan yang penuh arti. Ajaran Buddha menjawab gambaran ini. Jika ada agama yang akan memenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan modern, itu adalah ajaran Buddha”. 3. Buddhisme di Zaman Modern Buddhisme adalah salah satu ajaran yang masih sesuai dengan sains. Sang Buddha telah mengajarkan ilmu pengetahuan kepada para siswanya sebelum para ilmuwan menemukannya. Wells 1866-1946 menyimpulkan “Buddhism has done more for the advance of world civilization and true culture than any other influences in the chronicles of mankind”. Yang berarti “Buddhis telah memberikan sesuatu yang lebih untuk kemajuan peradaban dan kebudayaan manusia, dibandingkan dengan ajaran-ajaran lainnya dalam sejarah kehidupan manusia”. Banyak ajaran-ajaran yang berkembang di dunia, namun hanya ajaran Buddha yang mampu membawa kemajuan. Kini sains telah berpengaruh besar terhadap perkembangan teknologi di berbagai dunia. Berbagai kecanggihan teknologi informasi diciptakan dari pengembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. Terciptanya bermacam media komunikasi memudahkan mengakses berita secara cepat. Keberadaan media komunikasi saat ini menjadi suatu kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan dari manusia. Oleh sebab itu munculah berbagai sarana komunikasi yang diharapkan mampu mempercepat proses penyebaran informasi. Salah satunya ialah internet, media ini merupakan bentuk sarana komunikasi yang paling efektif saat ini didalam mensosialisasikan informasi kepada masyarakat banyak. Selain itu internet juga menjadi salah satu ujung tombak bagi percepatan penyebaran informasi kepada masyarakat. Dengan internet, hambatan geografis, iklim/cuaca dan lain-lain tidak menjadi penghalang berarti bagi tersebarnya informasi tersebut ke khalayak ramai. Kontrol sosial yang dilakukan melalui internet ini dapat dispesifikasikan lagi dalam beberapa hal, contohnya melalui blog, web, atau melalui jejaring sosial dalam internet. Media sosial adalah sebuah media untuk bersosialisasi secara online yang dapat menjangkau berbagai belahan dunia. Salah satu jejaring social yang paling diminati masyarakat ialah Facebook. Sistemnya yang mudah di mengerti ini telah menjadi suatu kebutuhan yang sangat melekat dalam kehidupan manusia. Tidak hanya para remaja bahkan anak kecil dan para orang tua pun tidak luput dari sasaran. Buddhisme saat ini telah memanfaatkan internet untuk kemajuan Buddha-Dharma. Berbagai blog, web, maupun media sosial dibuat untuk ajang pembabaran Dharma. Melalui kemajuan teknologi yang modern ini, Dharma bisa diajarkan secara praktis kepada umat Buddha. Banyak naskah Dharma yang telah di unggah di situs-situs web buddhis. Saat ini pun para bhikkhu telah menggunakan facebook untuk sharing Dharma. Umat Buddha pun dapat dengan mudah mengakses internet untuk mendapatkan informasi tentang ajaran Buddha. Cara ini dinilai cukup efektif dan efisien bagi para perumah tangga yang tidak sempat mendengarkan khotbah Dharma dari Bhikkhu. Disela kesibukannya, mereka bisa membaca khotbah Buddha tanpa memerlukan waktu yang lama. Mereka juga dapat mengunduh video-video ceramah Bhikkhu dari You Tube. 4. Peran Buddhisme dalam Mengatasi Dampak Negative Internet Dalam Era Globalisasi yang ditandai dengan makin maraknya arus informasi dan perkembangan IPTEK yang berdampak pada kehidupan yang penuh perubahan, tantangan bukan saja berdampak positif tetapi juga banyak dampak negatif seperti korupsi, kolusi monopoli, kerusuhan dan sebagainya, maka sangat penting dalam kehidupan ini untuk dapat mengendalikan diri, sehingga luput dari keinginan, nafsu dan godaan-godaan tersebut. Peranan buddhisme dalam mengatasi dampak negative ini dapat dilakukan dengan mengikis akar kejahatan yaitu lobha, dosa, dan moha. Dengan menumbuhkan alobha, adosa dan amoha, kita bisa mengembangkan kebijaksanaan. Adanya hiri dan ottapa didalam diri dapat menghindarkan diri dari perbuatan jahat. Hiri ialah perasaan malu berbuat jahat. Apabila seseorang malu untuk melakukan kejahatan, maka segala dampak negative seperti KKN dan kerusuhan lainnya bisa dihindari. Sedangkan ottapa ialah perasaan takut akan akibat dari perbuatan jahat. Buddhisme mengenal adanya hukum karma, barang siapa yang menabur benih maka ia yang memetik hasilnya. Jika seseorrang menabur benih keburukan, maka ia akan memetik keburukan. Demikian sebaliknya, apabila menabur benih kebaikan, maka akan memetik hasil yang baik. Hukum karma ini membuat seseorang mengetahui hasil yang akan ia dapat. Oleh karena itu, seseorang akan takut berbuat jahat. Selain itu, ada pula jalan mulia berunsur delapan yang dapat menjadi pedoman pengendalian diri. Seperti pandangan benar dan pikiran benar. Dengan memiliki pandangan benar dan pikiran benar, seseorang akan mampu mengendalikan diri dari hal negative yang ada di internet. Ia yang memiliki kebijaksanaan dalam pandangan benar dan pikiran benar akan menghindari situs-situs pornografi dan hal asocial lainnya. B. Penutup 1. Kesimpulan Ajaran Buddha tidak dibangun berdasarkan keyakinan pada suatu kekuatan adikodrati yang mencipta dan mengatur nasib manusia tetapi berdasarkan hukum kausalitas. Agama Buddha menghargai kebebasan berpikir dan verifikasi melalui pengalaman. Karena itu keyakinan dalam agama Buddha bersifat rasional, tumbuh berdasatkan kebijaksanaan yang bersih dari takhayul. Ajaran Buddha telah membimbing umat manusia lebih dari dua puluh lima abad yang lalu. Ajaran Buddha membebaskan manusia dari segala perbudakan dan praktik takhayul. Oleh sebab itu, agama Buddha dianggap sebagai agama yang ilmiah. Agama yang mampu mengikuti perkembangan zaman dan arus modernitas. Mengenai pentingnya keselarasan dan perpaduan antara agama dan ilmu pengetahuan, Albert Einstein mengatakan, “Agama tanpa ilmu pengetahuan adalah pincang. Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah buta”. Ilmu pengetahuan bersama agama seperti Buddhisme bisa membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih tenteram dan membahagiakan untuk ditinggali. Dwi Wahyuningsih
- Peradaban Hindu-Buddha di Indonesia mengisahkan jejak perekonomian yang sudah terjadi sejak zaman sejarah. Di dalam jejak ekonomi, muncul dua hal yang dapat dipelajari, yaitu mata pencaharian dan perdagangan yang jurnal Jejak-Jejak Peradaban Hindu-Budha di Nusantara 2014 karya Titi Surti Nastiti, berikut penjelasan jejak ekonomi peradaban Hindu-buddha di Indonesia Mata pencaharian Mata pencaharian masyarakat pada masa Hindu-Buddha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya adalah sebagai pegawai kerajaan, petani, pengrajin, pedagang, nelayan, dan lainnya. Beberapa mata pencaharian yang berhasil ditemukan jejaknya, di antaranya Nelayan Secara kajian etnoarkeologi, terdapat dua kelompok masyarakat nelayan yang masing-masing memiliki peran dan fungsi yang berbeda, yaitu Kelompok pertama, merupakan nelayan pesisir yang melakukan pekerjaan di laut bebas untuk mencari ikan dan mengangkut barang. Kelompok kedua, nelayan muara yang berprofesi sebagai tukang satang atau tambang. Baca juga Jejak Agama Peradaban Hindu-Buddha di Nusantara Tukang tambang Selain nelayan, juga ditemukan profesi sebagai tukang tambang di sepanjang aliran sungai. Banyak tukang tamban yang ditemukan di sepanjang Sungai Brantas dan Bengawan Solo. Tukang tambang yang dimaksud adalah profesi untuk mengantar seseorang menyeberangi sungai. Menggunakan rakitan bambu yang kemudian di dayung. Tambangan yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak hanya melayani penumpang antardesa, melainkan juga antar kecamatan, kabupaten, dan provinsi. Misalnya, tukang tambang melayani penumpang dari dan ke Desa Ngloram, Jawa Tengah ke Desa Nogong, Jawa Timur.
jenis teknologi pada zaman kehidupan buddha